Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2019

bhakti sejati

AJARAN BHAKTI SEJATI SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN BUDI PEKERTI YANG LUHUR DALAM ZAMAN GLOBAL

Karakter-karakter Ketuhanan dalam setiap jiwa individual masyarakat manusia perlu ditananamkan sejak dini, sehingga apabila karakter Ketuhanan itu telah tertanam dan tumbuh dalam setiap jiwa individual masyarakat dapat dijadikan modal sosial untuk menciptakan kesalehan dan keharmonisan sosial ditengah-tengah kehidupan masyarakat manusia. Dalam ajaran Bhakti Sejati terdapat Nawa Widha Bhakti. Ajaran Nawa Widha Bhakti adalah salah satu ajaran Agama Hindu yang bersumber dari kitab Bhagavata Purana, VII.5.23, yang menyebutkan bahwa ada 9 (sembilan) cara ber-bhakti (hormat, sujud, pengabdian, cinta kasih sayang, pelayanan, dan spiritual) yang disebut Nawa Widha Bhakti yaitu rasa bhakti manusia terhadap Tuhan-nya. Konsep Nawa Widha Bhakti ini dapat dimaknai dalam kontek kehidupan sosial yaitu rasa sujud, hormat-menghormati, pengabdian, cinta kasih sayang, spiritual, dan memberikan pelayanan antara manusia dengan sesamanya dan lingkungannya. Pentingnya menanamkan ajaran Nawa Wida Bhakti untuk menumbuhkan karakter Ketuhanan di Lingkungan Keluarga ini dikarenakan beberapa hal diantaranya; Pertama, Kehidupan di lingkungan keluarga dewasa ini juga seolah-olah semakin digiring untuk meninggalkan jati dirinya sebagai anggota masyarakat yang religius dengan berbagai aktifitas ritual keagamaannya, sehingga kualitas iman dan taqwa (sradha bhakti) yang selama ini dijunjung tinggi semakin lama semakin tergeser oleh pola kehidupan yang mengglobal dan modern. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan, karena jika hal tersebut di atas dibiarkan terus terjadi, maka kualitas kebersamaan, persatuan dalam bermasyarakat akan semakin menipis, dan pada akhirnya nanti esensi sebagai masyarakat manusia yang memiliki keutamaan dibandingkan dengan makhluk lainnya melalui cara berpikir, berkata dan berprilaku semakin lama akan mengkhawatirkan. Kedua, Di lingkungan merupakan proses pembelajaran, pendidikan dan pembekalan pengetahuan paling awal. Oleh karenanya maka setiap anggota keluarga terutama orang tua, dituntut untuk senantiasa bersikap dan berbuat sesuai dengan dharma-nya, dengan harapan pada setiap anggota keluarga memiliki iman dan taqwa (sradha bhakti) sifat dan budi pekerti yang luhur serta berkepribadian mulia yang sangat diperlukan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat manusia. Penanaman ajaran Nawa Wida Bhakti untuk menumbuhkan karakter Ketuhanan di lingkungan keluarga sebagai modal dasar guna mewujudkan kesalehan dan keharmonisan sosial, yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Srawanam adalah bhakti dengan jalan mendengar. pesan yang ingin disampaikan melalui bhakti dengan jalan mendengar ini adalah dalam hidup ini masyarakat manusia untuk selalu berupaya membudayakan untuk mendengar, baik mendengar secara vertical antara manusia dengan Tuhan-nya melalui sabda-sabda sucinya, maupun secara horizontal antar sesamanya dan lingkungannya. Saling bhakti mendengar ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia yang di awali di tananamkan di lingkungan keluarga selanjutnya ditumbuh kembangkan secara harmonis dan dinamis dalam kehidupan sosial masyarakat di lingkungan masyarakat sosial yang lebih luas.
  2. Wandanam adalah bhakti dengan jalan membaca, menyimak dan mempelajari , mendalami serta menghayati dan memaknai ajaran yang bersumber dari aturan keimanan, aturan kebajikan, dan aturan yang lainnya yang bersumber dari sabda-sabda suci Tuhan dan susastra suci yang lainnya. Saling bhakti Wandanam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia untuk menciptakan kesalehan dan keharmonisan di lingkungan keluarga dan sosial kemasyarakatannya.
  3. Kirtanam adalah bhakti dengan jalan melantunkan Gita/zikir (nyayian atau kidung suci memuja dan memuji nama suci dan kebesaran Tuhan). Saling bhakti Kirthanam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia yang penanaman nilai-nilai bhakti Kirthanam di awali dilingkungan keluarga sebagai modal dasar guna mewujudkan kesalehan dan keharmonisan sosial dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya.
  4. Smaranam adalah bhakti dengan jalan mengingat. Saling bhakti Smaranam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia yang ditanamkan di awali dilingkungan keluarga sehingga tumbuh karakter Ketuhanan dalam setiap anggota keluarga sebagai modal dasar guna mewujudkan kesalehan dan keharmonisan sosial dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya.
  5. Padasevanam adalah bhakti dengan jalan menyembah, sujud, hormat di Kaki Padma. Saling bhakti Padasevanam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia sehingga sejak dini semestinya ditanamkan untuk menumbuhkan karakter Ketuhanan di lingkungan keluarga sebagai modal dasar guna mewujudkan kesalehan dan keharmonisan sosial dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya.
  6. Sukhyanam adalah bhakti dengan jalan kasih persahabatan, mentaati hukum dan tidak merusak system hukum. Saling bhakti Suhkyanam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia untuk menumbuhkan karakter Ketuhanan mulai dari lingkungan keluarga dan selanjutnya dapat dijadikan sebagai matra dan sebagai modal dasar guna mewujudkan kesalehan dan keharmonisan sosial dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya.
  7. Dahsyam adalah bhakti dengan jalan mengabdi, pelayanan, dan cinta kasih sayang dengan tulus ikhlas terhadap Tuhan. Saling bhakti Dasyam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia baik dilingkungan keluarga lebih-lebih dikehidupan sosial kemasyarakatannya.
  8. Arcanam adalah bhakti dengan jalan perhormatan terhadap simbol-simbol atau nyasa Tuhan seperti membuat Arca, Pratima, Pelinggih, dll, bhakti penguatan iman dan taqwa, menghaturkan dan pemberian persembahan terhadap Tuhan. Saling bhakti Arcanam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia di lingkungan keluarga dan dikehidupan masyarakat umum. Hal ini akan dapat menumbuhkan karakter Ketuhanan mulai dari lingkungan keluarga dan selanjutnya dapat dijadikan sebagai matra dan sebagai modal dasar guna mewujudkan kesalehan dan keharmonisan sosial dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya.
   9. Sevanam atau Atmanividanam adalah bhakti dengan jalan berlindung dan penyerahan diri secara tulus ikhlas kepada Tuhan. Saling bhakti Atmanivedanam ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat manusia baik dalam kehidupan sosial dan kehidupan spiritualnya.

KESIMPULAN Mengacu pada uraian tadi maka dapat diketahui bahwa menanamkan ajaran Nawa Wida Bhakti adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan karakter Ketuhanan di lingkungan keluarga sebagai modal dasar guna mewujudkan kesalehan dan keharmonisan sosial. Dalam dimensi yang lainnya menanamkan ajaran Nawa Widha Bhakti ini pada setiap individu masyarakat manusia guna menumbuh-kembangkan sikap saling hormat-menghormati, sujud, pengabdian, pelayanan, cinta kasih sayang dan spiritual antara anggota masyarakat satu dengan anggota masyarakat yang lainnya dan masih banyak lagi yang dapat menumbuhkan sikap - sikap yang positif.

Sabtu, 07 April 2018

Pengertian, Teori, Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi Secara Singkat

PERTUMBUHAN EKONOMI
     Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat.


TEORI TEORI EKONOMI
v  TEORI HISTORIS
Kegiatan ekonomi dilakukan berdasarkan interaksi dalam masyarakat. Menurut Lincolin Arsyat ( 2010 ), teori historis dikembangkan para pakar berikut :
1.      KARL WILHELM BUCHER
KARL WILHELM BUCHER adalah seorang pakar ekonomi dan sejarahwan menyatakan bahwa perkembangan ekonomi di bagi menjadi empat tahap  :
  1. Produksi untuk kebutuhan sendiri atau rumah tangga tertutup.
  2. Perekonomian sebagai perluasan pertukaran produk di pasar atau rumah tangga kota.
  3. Perekonomian nasional peran perdagangan semakin penting atau rumah tangga negara.
  4. Kegiatan perdagangan telah meluas melintasi batas negara atau rumah tangga dunia.
2.       WALT WHITMAN ROSTOW
Pakar ekonomi dan politik Amerika Serikat, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi mencerminkan perubahan orientasi organisasi ekonomi, pandangan masyarakat cara menabung atau menginfestasikan modal ke sektor produktif dan faktor alam.
Pertumbuhan ekonomi berlangsung melalui tahap-tahap berikut :
  1. Masyarakat tradisional (the traditional society) kehidupan masyarakat masih tradisional dan tradisi berperan kuat.
  2. Tahap persyarat lepas (the praconditions for take off) masyarakat menyadari pentingnya pembaruan dalam kehidupan.
  3. Tahap lepas landas (the take off) pada tahap ini pertumbuhan ekonomi meningkat.
  4. Tahap menuju kedewasaan (maturity). Masyarakat mampu menggunakan teknologi modern sehingga pemanfaatan faktor produktif bersifat efisien dan efektif.
  5. Tahap konsumsi tinggi 

v  TEORI KLASIK
Para pakar ekonomi klasik menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di pengaruhi empat faktor yaitu jumlah penduduk, stok barang modal luas tanah dan kekayaan alam serta kemajuan teknologi. Tokoh ekonomi klasik yang berpengaruh besar dalam aliran klasik sebagai berikut :
1.      ADAM SMITH
Di dalam bukunya yang berjudul an inquiry into the nature and causes weaklth of nation (1776), adam smith menguraikan pendapatnya tentang bagaimana menganalisis pertumbuhan ekonomi melalui dua faktor, yakni faktor output total dan faktor pertumbuhan penduduk.
2.      DAVID RICARDO
Pemikiran david ricardo dalam hal pertumbuhan ekonomi yang paling dikenal adalah tentang the law of diminishing return. Pemikirannya ini tentang bagaimana pertumbuhan penduduk atau tenaga kerja yang mampu mempengaruhi penurunan produk marginal karena terbatasnya jumlah tanah.


v  TEORI NEOKLASIK
Pertumbuhan Ekonomi menurut Joseph A Schumpeter
Menurut joseph A schumpeter dalam bukunya yang berjudul the theory of economic development, membahas mengenai peran pengusaha dalam pembangunan. Schumpeter menyimpulkan bahwa proses pertumbuhan ekonokmi pada dasarnya adalah proses inovasi yang dilakukan oleh para innovator dan wirausahawan.
Pertumbuhan Ekonomi menurut Robert Solow.
Robert solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi adalah rangkaian kegiatan yang bersumber pada empat faktor utama, yakni manusia, akumulasi modal, teknologi modern dan hasil (output).


v  TEORI TRANSFORMASI STRUKTUAL
Teori transformasi struktual memfokuskan pada upaya yang mendorong negara miskin dan berkembang mengubah struktur ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Struktur ekonomi beralih dari sektor pertanian ke sektor industri dan sektor jasa. Teori transformasi struktual dipelopori w. Arthur Lewis. Menurut Lewis,  suatu negara akan mengalami pertumbuhan ekonomi jika terjadi transformasi struktur ekonomi. Akibatnya, tenaga kerja di sektor pertanian akan pindah ke sektor industri dalam upaya meningkatkan produktivitas dan output.

PERBEDAAN PERTUMBUHAN EKONOMI DENGAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi
      Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
      Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
      Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
       Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
       Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
       Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak

Pembangunan ekonomi
      Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
      Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
      Memperhatikan pertambahan penduduk.
      Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
       Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.

      Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.